jabar.jpnn.com, BANDUNG - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mendorong implementasi peta kawasan rawan gempa bumi di wilayah Sesar Lembang dan Bandung Raya sebagai langkah mitigasi berkelanjutan.
Penyelidik Bumi Utama Badan Geologi, Supartoyo, mengatakan peta tersebut telah disusun melalui berbagai pendekatan ilmiah, mulai dari analisis geomorfologi hingga pengukuran mikrotremor di lapangan.
Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah konsistensi dalam penerapan hasil kajian tersebut ke dalam kebijakan pembangunan.
“Peta kawasan rawan gempa ini disusun berdasarkan kajian ilmiah. Tantangan utamanya sebetulnya di konsistensi implementasi,” ujar Supartoyo di Bandung, Kamis (26/2).
Potensi Magnitudo 6,8–7
Berdasarkan hasil kajian, kawasan Sesar Lembang dan sebagian wilayah Bandung Raya berada pada kategori menengah dengan potensi intensitas VII hingga VIII MMI jika terjadi gempa signifikan.
Selain pendekatan probabilistik, Badan Geologi juga melakukan analisis deterministik dengan asumsi seluruh segmen Sesar Lembang sepanjang sekitar 29 kilometer bergerak secara bersamaan.
Dalam skenario terburuk tersebut, gempa berpotensi mencapai magnitudo 6,8 hingga 7 dengan percepatan tanah sekitar 0,6 hingga 0,8 g.

















































