Andrie Yunus Disiram Air Keras, Bonnie Triyana: Ini Mirip Praktik Kotor Masa Lalu

3 hours ago 19

 Ini Mirip Praktik Kotor Masa Lalu

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Bonnie Triyana dalam diskusi bertajuk Mencari Pahlawan Sejati di Museum Multatuli, Rangkasbitung, Banten, Rabu (5/11). Foto: Source for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Bonnie Triyana mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS Andrie Yunus. Bonnie menilai peristiwa tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan sebuah serangan terhadap sejarah panjang perjuangan hak asasi manusia di Indonesia.

"Serangan air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus bukan sekadar tindak kriminal biasa. Ini adalah serangan terhadap sejarah panjang perjuangan hak asasi manusia di Indonesia," kata Bonnie dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (13/3).

Sebagai anak bangsa yang lahir dan tumbuh pada rezim otoriter, Bonnie mengaku tidak ingin melihat Indonesia mundur ke masa kelam ketika aktivis diculik dan dianiaya. Ia menegaskan bahwa tindakan biadab ini adalah bentuk nyata darurat kekerasan terhadap pembela HAM.

"Maka itu saya tegaskan sikap, mengecam keras tindakan kekerasan biadab berupa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang merupakan perbuatan tidak berperikemanusiaan dan bentuk nyata darurat kekerasan terhadap pembela HAM di Indonesia," tegasnya.

Bonnie menyatakan bahwa sejarah telah membuktikan kekerasan terhadap aktivis tidak pernah berhasil memberangus kebebasan berpendapat. Menurutnya, upaya membungkam hanya akan membuat gerakan masyarakat sipil bangkit lebih kuat.

"Tindakan teror untuk membungkam suara-suara kritis hanya akan membangkitkan arus kritis lebih deras. Sejarah membuktikan kekerasan terhadap aktivis tidak pernah berhasil memberangus kebebasan berpendapat, justru gerakan masyarakat sipil selalu bangkit lebih kuat setiap kali menghadapi teror," ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan itu mengingatkan bahwa serangan ini mengingatkan pada catatan kelam sejarah kekerasan terhadap aktivis Indonesia, mulai dari penculikan aktivis 1997/1998, pembunuhan Marsinah (1993), Munir (2004), hingga penyiraman air keras terhadap aktivis buruh di era 1990-an.

"Praktik kotor masa lalu ini tidak boleh terulang di era reformasi," kata Bonnie.

Bonnie Triyana nilai serangan air keras ke aktivis KontraS Andrie Yunus sebagai bentuk darurat kekerasan terhadap pembela HAM.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |