bali.jpnn.com, GILIMANUK - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur meningkatkan koordinasi dengan BMKG demi menjamin keselamatan pelayaran selama arus balik Lebaran 2026.
Langkah ini diambil menyusul peningkatan kecepatan angin yang mencapai 23 knot setara 42,6 km per jam di perlintasan Selat Bali yang menghubungkan Pelabuhan Ketapang – Gilimanuk, pada Jumat hari ini (27/3) atau H+5 Lebaran.
Meski kecepatan angin melampaui batas aman bersandar yang berkisar 15-20 knot, kapal feri yang melintasi Selat Bali dilaporkan masih mampu beroperasi melayani pemudik dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk.
Namun, kondisi ini memaksa nahkoda bekerja ekstra saat proses sandar.
“Kecepatan angin 23 knot membuat kapal kesulitan bersandar.
Biasanya dibutuhkan waktu tambahan sekitar 10 hingga 15 menit untuk proses bongkar muat," ujar Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, Jumat (27/3).
Bayu Kusumo Nugroho mengatakan bahwa pemantauan dilakukan secara ketat.
"BMKG akan mengevaluasi dan memberikan pembaruan data cuaca setiap tiga jam untuk memantau perkembangan kecepatan angin di lapangan," kata Bayu Kusumo Nugroho dilansir dari Antara.


















































