jpnn.com, JAKARTA - Di tengah volatilitas pasar keuangan global, para trader dituntut menjaga stabilitas emosi dalam mengambil keputusan investasi.
Berbagai metode seperti meditasi, teknik pernapasan, hingga pencatatan jurnal digunakan untuk mempertahankan fokus.
Namun, di luar pendekatan konvensional, sebagian pelaku pasar juga mengandalkan kebiasaan unik atau takhayul sebagai cara membangun kepercayaan diri saat menghadapi tekanan pasar.
Fenomena ini bukan hal baru. Sejumlah tokoh dunia, seperti Pablo Picasso dan Charles Dickens ,diketahui memiliki ritual pribadi yang diyakini memengaruhi performa mereka.
Sinyal Tubuh Jadi Indikator
Dalam dunia investasi, praktik tidak lazim juga dilakukan oleh investor global George Soros yang dikenal memanfaatkan sinyal fisik sebagai indikator pengambilan keputusan.
Putranya, Robert Soros, mengungkapkan bahwa rasa nyeri di punggung kerap dianggap sebagai tanda adanya kesalahan dalam portofolio investasi.
Jika merasakan gejala tersebut, Soros disebut kerap menutup posisi trading. Ia menilai sinyal tubuh sebagai peringatan dini terhadap potensi kesalahan analisis pasar.
Antara Kosmos dan Psikologi Pasar
Selain faktor biologis, sebagian investor juga mempercayai pengaruh kosmos seperti fase bulan dan fenomena astrologi dalam menentukan arah pasar.




















































