Antisipasi Dampak Konflik Timteng, Pariwisata DIY Alihkan Fokus ke Pasar Domestik & Asia

3 hours ago 12

Antisipasi Dampak Konflik Timteng, Pariwisata DIY Alihkan Fokus ke Pasar Domestik & Asia

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Salah satu tempat rekreasi/objek wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Kabupaten Bantul, Minggu (19/10/2020). ANTARA/Syamsuddin Hasan/aa

jpnn.com, YOGYAKARTA - Pelaku industri pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memalsimalkan pasar domestik guna mengantisipasi dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah (Timteng).

Langkah tersebut diambil menyusul potensi gangguan rute penerbangan internasional yang dapat menghambat kedatangan wisatawan mancanegara (wisman).

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardiyanto mengatakan selain pasar domestik, pelaku industri juga masih melihat potensi wisatawan dari negara-negara Asia.

"Yang jelas realistis, pasar domestik yang bisa kita gerakkan, kemudian pasar di Asia yang masih bisa kita gerakkan juga," ujar dia saat dihubungi di Yogyakarta, Rabu.

Ia mengatakan pasar Asia yang dinilai potensial antara lain berasal dari Singapura dan Malaysia yang memiliki penerbangan langsung ke Yogyakarta, serta negara lain di kawasan Asia Tenggara, seperti Thailand dan Filipina.

"India itu juga cukup memiliki market besar yang sebenarnya bisa kita monetisasi untuk bisa sampai ke sini, karena budaya kita juga bisa menjadi daya tarik buat mereka," ujar dia.

Menurut dia, eskalasi situasi di Timur Tengah berpotensi memengaruhi pergerakan wisatawan mancanegara, termasuk dari negara-negara Eropa karena sejumlah bandara di kawasan tersebut menjadi hub penerbangan internasional menuju Asia, termasuk Indonesia.

"Wisatawan Timur Tengah sendiri memang tidak terlalu besar untuk ke Yogya. Cuma karena Timur Tengah menjadi jalur, rute yang mereka lewati untuk sampai ke sini, itu yang menjadi permasalahan," kata dia.

Pelaku industri pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memalsimalkan pasar domestik guna mengantisipasi dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |