jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia mencari sumber pasokan baru bahan baku plastik.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan selama ini Indonesia masih bergantung pada impor naphta sebagai bahan baku bijih plastik dari Timur Tengah.
Namun, pasokan dari kawasan itu saat ini masih terganggu akibat dampak perang.
“Karena imbas perang sehingga otomatis terganggu dari sana,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin.
Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, pemerintah mulai mencari alternatif pasokan dari sejumlah negara seperti India, Amerika Serikat (AS), dan kawasan Afrika.
Ia menyebut komunikasi dengan para produsen di negara-negara tersebut juga sudah dilakukan.
“Jadi, kami sudah komunikasi dengan para produsen, memang sudah dapat, cuma mungkin jumlahnya atau perlu waktu juga karena berpindah, dan sekarang kondisi perang pengapalan juga agak lambat,” ujarnya.
Budi menambahkan pemerintah juga mengoordinasikan perwakilan perdagangan di luar negeri untuk membantu mencari sumber pasokan alternatif dari negara lain.




















































