bali.jpnn.com, DENPASAR - Gubernur Wayan Koster mendukung penuh pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan menyiapkan lahan negara nonproduktif.
Langkah ini dilakukan guna mencapai target kapasitas hingga 1.000 megawatt peak (MWp) di wilayah Bali.
Koster menegaskan bahwa peran utama Pemprov Bali dalam kerja sama strategis bersama PT PLN (Persero) adalah penyediaan aset lahan agar potensi energi bersih dapat dioptimalkan.
"Tugas kami di daerah adalah membebaskan lahan negara yang tidak produktif untuk hal-hal yang memberi manfaat luas bagi masyarakat, terutama pemenuhan energi," ujar Koster dilansir dari Antara.
Pemprov Bali telah memetakan sejumlah titik strategis lahan kering, di antaranya lahan seluas 321 hektar di kawasan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.
Selain itu, potensi lahan di Kabupaten Buleleng dan Karangasem saat ini tengah memasuki tahap survei.
Lahan kering di Buleleng akan diprioritaskan untuk dioptimalkan terlebih dahulu.
Pemanfaatan energi surya di lahan nonproduktif ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Mandiri Energi dengan Energi
Bersih serta Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.





.jpeg)













































