jpnn.com, PATI - Banjir dan tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Pemerintah daerah setempat pun memperpanjang status tanggap darurat bencana hingga 6 Februari 2026.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengungkapkan keputusan ini dilakukan menyusul masih adanya dampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah sekaligus penanganan dan pemulihan dapat berjalan optimal.
"Perpanjangan ini dilakukan karena Kabupaten Pati masih terdampak banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah," kata Chandra, Minggu (25/1).
Dia menjelaskan pada awal penetapan tanggap darurat 9 Januari hingga 23 Januari lalu terdapat lebih dari 100 desa yang terdampak.
Hingga saat ini, jumlah tersebut telah menurun menjadi sekitar 51 desa, namun potensi bencana masih cukup tinggi.
Chandra menyampaikan apresiasi kepada aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Pati, tim gabungan SAR, TNI, dan Polri hingga relawan yang terus bekerja di lapangan membantu penanganan bencana.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan bantuan, termasuk Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang menyalurkan bantuan sebesar Rp100 juta untuk meringankan beban masyarakat terdampak.






















































