Banjir Melanda Kota Manado, 747 Warga Mengungsi

2 hours ago 17

Banjir Melanda Kota Manado, 747 Warga Mengungsi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Penyaluran bantuan untuk penyintas banjir di Kota Manado, Sulawesi Utara. ANTARA/HO-BPBD Manado

jpnn.com - JAKARTA - Banjir melanda Kota Manado, Sulawesi Utara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 747 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena bencana banjir merendam kawasan permukiman penduduk di Kota Manado. "Sebanyak 215 kepala keluarga atau 747 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta,, Sabtu (30/5).

Muhari mengatakan bahwa secara keseluruhan ada 314 kepala keluarga atau 968 jiwa terdampak banjir yang dipicu luapan saluran air yang tidak mampu membendung tingginya intensitas hujan.

Abdul menjelaskan bahwa luapan air yang menggenangi kawasan hilir tersebut menyebabkan sedikitnya 468 unit rumah warga terendam. Ketinggian air yang bervariasi di beberapa titik.

Cakupan wilayah terdampak genangan banjir ini dilaporkan tersebar luas di lima wilayah kelurahan yang berada di bawah administrasi empat kecamatan di Kota Manado.

Klaster permukiman yang terendam meliputi Kelurahan Pakowa di Kecamatan Wanea, Kelurahan Paal IV di Kecamatan Tikala, Kelurahan Dendengan Dalam di Kecamatan Paal Dua, serta Kelurahan Komo dan Kelurahan Ternate Tanjung di Kecamatan Wenang.

Namun, kata dia, setidaknya sampai dengan Jumat (29/5) kondisi genangan banjir di sejumlah titik dilaporkan mulai surut dan masyarakat secara bertahap mulai kembali ke rumahnya masing-masing untuk melakukan pembersihan lingkungan dari sisa material lumpur.

BNPB memastikan penanganan logistik dan tempat penampungan darurat bagi para pengungsi telah diakomodasi oleh petugas gabungan di lapangan guna menjamin kebutuhan dasar warga terpenuhi. (antara/jpnn)

Banjir melanda Kota Manado, Sulut, 747 warga terpaksa mengungsi ke tempat lebih aman.


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |