jogja.jpnn.com, SLEMAN - Fenomena kemunculan puluhan titik api secara sporadis di sebuah rumah warga di Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Sleman, memicu perhatian publik. Guna memberikan penjelasan yang objektif dan berbasis data, tim peneliti multidisiplin dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) terjun langsung melakukan observasi lapangan pada Sabtu (30/5).
Tim ahli yang dikerahkan mencakup berbagai disiplin ilmu, yakni Prof Alva Edy Tontowi dan Prof Deendarlianto dari Departemen Teknik Mesin dan Industri, Ahmad Agus Setiawan dari Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, Sarju Winardi dari Departemen Teknik Geologi dan Lingkungan, dan Ashar Saputra dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan.
Observasi ini difokuskan pada pengumpulan data dasar, mencakup pemetaan titik-titik lokasi kebakaran, pengecekan jaringan perpipaan air, sumur, saluran pembuangan limbah, hingga kondisi geologi di sekitar bangunan.
Dalam prosesnya, tim juga menggunakan thermal gun untuk mengukur anomali suhu di lokasi kejadian.
Prof Alva Edy Tontowi mengatakan bahwa saat ini tim masih dalam tahap pengumpulan data dan pemetaan.
Langkah selanjutnya adalah pengambilan sampel untuk diuji secara laboratorium guna mengidentifikasi pemicu utama kemunculan api tersebut.
“Kami masih mengumpulkan data dan melakukan pemetaan kondisi lapangan. Setelah ini akan ada tim lanjutan yang melakukan pengambilan sampel dan pengujian laboratorium sehingga penyebabnya dapat dijelaskan secara ilmiah,” ujarnya.
Sebagai langkah mitigasi darurat guna mencegah risiko lebih lanjut, tim FT UGM merekomendasikan dua hal utama.



















































