jatim.jpnn.com, SURABAYA - Banjir rob merendam sejumlah kawasan pesisir Surabaya, Rabu (22/4). Air laut yang meluap hingga ke daratan menggenangi permukiman warga dan ruas jalan utama, sehingga mengganggu aktivitas serta memicu kemacetan.
Genangan terjadi sejak dini hari, terutama di kawasan Jalan Osowilangun, Jalan Kalimas, Jalan Margomulyo, hingga Kalianak.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, mengatakan ketinggian air di beberapa titik mencapai 25 sentimeter.
“Di Jalan Kalimas ketinggian air mencapai 25 sentimeter akibat kenaikan muka air laut atau banjir rob, ditambah hujan sedang yang meningkatkan volume genangan,” kata Sutarno.
Sementara itu, di kawasan Osowilangun, Kalianak, dan Margomulyo, ketinggian genangan berkisar 15 sentimeter. Meski tidak setinggi di Kalimas, genangan tetap berdampak karena meluas ke akses jalan utama.
Akibatnya, arus lalu lintas di jalur nasional tersendat. Sejumlah kendaraan, khususnya sepeda motor, dilaporkan mogok setelah menerobos genangan.
Sutarno menjelaskan banjir rob kali ini dipicu fenomena fase bulan baru yang bertepatan dengan perigee, yakni posisi bulan berada lebih dekat ke bumi sehingga meningkatkan ketinggian air laut.
“Biasanya air rob mulai naik sekitar pukul 10.30 hingga 12.00 WIB, dan sering terjadi pada awal bulan maupun saat fase bulan purnama,” ujarnya.



















































