bali.jpnn.com, DENPASAR - Pemprov Bali terus menggenjot percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Langkah ini krusial untuk memastikan penyaluran bansos berlangsung lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Bali I Made Dwi Dewata mengungkapkan bahwa capaian aktivasi IKD di Bali saat ini baru menembus 10,05 persen.
Angka ini setara 339.145 jiwa dari total 3.374.605 penduduk yang terekam dalam data rekam dinamis Pusat Data Administrasi Kependudukan (PDAK).
"Capaian yang baru 10,05 persen ini menunjukkan ruang percepatan masih sangat besar.
Terlebih perbedaan angka antarwilayah di Bali juga cukup mencolok," ujar I Made Dwi Dewata dilansir dari Antara.
Berdasarkan data PMD Dukcapil Bali, Kabupaten Buleleng mencatatkan angka aktivasi tertinggi, sementara Gianyar berada di posisi terbawah.
Perinciannya, Buleleng mencapai 23,45 persen, Kota Denpasar 11,82 persen, Badung 10,56 persen, Jembrana 8,96 persen, dan Klungkung 5,20 persen.



















































