jatim.jpnn.com, SURABAYA - Ratusan pedagang menggelar aksi demonstrasi di gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (12/1). Mereka menolak wacana pemindahan Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke Oso Wilangon.
Pantauan JPNN.com, massa aksi tiba dengan membawa satu mobil komando. Mereka kompak mengenakan atasan hitam sembari membawa sejumlah poster tuntutan, dan replika keranda sebagai simbol matinya mata pencaharian jika relokasi tetap dilakukan.
Selain itu, mereka juga menbawa seekor sapi, yang juga sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan relokasi.
Penolakan yang dilakukan pedagang ini bukan tanpa sebab. Pasalnya, mereka khawatir relokasi bisa memastikan mata pencaharian pedagag. Serta tidak ada alasan yang jelas mengapa dilakukan pemindahan.
Para pedagang juga menilai pemindahan RPH tidak ada dasar kebijakanya, terlebih dilakukan tanpa sosialisasi.
Menurut mereka pemindahan ke RPH ke kawasan Oso Wilangun tidak mempertimbangkan akses pembeli, jalur distribusi, serta potensi penurunan omzet.
Dalam aksi tersebut, massa secara bergantian melakukan orasi. Massa juga mengancam akan masuk ke gedung dewan.
"Bapak keluar atau sapi kalian masuk ke dalam. Bapak bicara saja dengan sapi yang kami bawa," kata salah satu orator.



















































