jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat memberikan penjelasan mengenai kematian dua anak harimau Benggala, Huru dan Hara, di Kebun Binatang Bandung.
Kematian anak harimau ini menjadi sorotan sebab terjadi saat kebun binatang sedang ditutup oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
Humas BBKSDA Jabar, Eri Mildranaya mengatakan, kedua anak harimau tersebut pada dasarnya terjangkit virus yang sama dan telah mendapatkan penanganan dari berbagai pihak.
Hara mati lebih dulu pada 24 Maret, kemudian disusul Huru pada hari yang berbeda.
"Secara umum, kedua anak harimau Benggala ini terjangkit virus Flv. Meskipun sudah diupayakan penanganan oleh berbagai pihak. Namun tidak dapat diselamatkan," kata Eri saat ditemui di Kebun Binatang Bandung, dikutip Jumat (27/3/2026).
Ia menjelaskan, penanganan melibatkan banyak pihak, mulai dari Rumah Sakit Cikole, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), hingga tim internal kebun binatang.
Seluruh pihak, kata dia, telah menunjukkan upaya maksimal dalam perawatan dan pemantauan satwa.
"Kami sangat berduka, karena kedua anak harimau tersebut bukan hanya sekadar satwa, tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Bandung,” ucapnya.


















































