jpnn.com, KEDIRI - Bea Cukai Kediri terus memperkuat pendampingan kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berpotensi ekspor agar mampu bersaing di pasar global.
Hal ini sebagai jawaban terhadap tantangan atas kendala pemahaman prosedur ekspor, persyaratan dokumen, hingga standar pasar global kerap menjadi hambatan bagi pelaku UMKM di daerah memperluas jangkauan bisnisnya
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan asistensi kepada Koperasi Nanas Sumber Rejeki Kabupaten Kediri pada Rabu (25/02).
Pendampingan ini merupakan bagian dari langkah strategis Bea Cukai Kediri dalam memperluas akses pasar internasional bagi produk unggulan daerah.
Dalam kegiatan tersebut, tim Bea Cukai Kediri memberikan pendampingan yang tidak hanya mencakup informasi administratif, tetapi juga asistensi teknis terkait prosedur ekspor, pemenuhan dokumen kepabeanan, standar kualitas produk, hingga pemahaman regulasi negara tujuan.
"Pendampingan ini menjadi wujud komitmen Bea Cukai dalam menjalankan fungsi sebagai trade facilitator dan industrial assistance, khususnya dalam mendorong pelaku usaha lokal agar mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar global," ujar Kepala Kantor Bea Cukai Kediri Gatot Heroe Hernanda dalam keterangannya, Jumat (13/3).
Melalui pendampingan yang berkelanjutan dan terarah, Koperasi Nanas Sumber Rejeki berhasil meningkatkan kapasitas ekspornya hingga mampu menembus pasar Timur Tengah.
Hingga saat ini, koperasi tersebut telah merealisasikan enam kali pengiriman nanas segar ke beberapa negara tujuan, yakni Arab Saudi, Oman, dan Uni Emirat Arab.





















































