jatim.jpnn.com, LAMONGAN - Kelompok suporter Persela Lamongan optimistis menyambut musim baru setelah terbebas dari sanksi larangan penonton yang dijalani sepanjang Pegadaian Championship 2025/2026.
Ketua LA Mania Teguh Carembo menyebut berakhirnya musim ini menjadi momentum kebangkitan sepak bola Lamongan.
Menurut dia, sanksi tanpa penonton menjadi pelajaran penting bagi suporter untuk mendukung tim secara lebih tertib dan dewasa.
“Musim ini menjadi pelajaran penting bagi kami semua. Saat musim depan sudah bebas sanksi, tentu antusiasme teman-teman suporter sangat besar untuk kembali memenuhi stadion dan mendukung Persela dengan lebih baik,” kata Teguh, Sabtu (9/5).
Dia berharap manajemen Persela segera membangun tim yang lebih siap agar target promosi ke Liga 1 musim depan bisa tercapai.
Teguh juga meminta pemain asli Lamongan tetap mendapat tempat di skuad Laskar Joko Tingkir.
Menurut dia, keberadaan pemain lokal memiliki kedekatan emosional dengan suporter dan menjadi bagian dari identitas klub.
“Kami berharap pemain asli daerah tetap mendapat tempat karena itu bagian dari jati diri Persela. Pemain lokal biasanya punya semangat lebih saat membela Lamongan,” ujarnya.
Senada, Capo Curva Boys Alfian mengatakan gairah sepak bola Lamongan mulai kembali terlihat saat laga hiburan di Stadion Surajaya yang dipadati sekitar 7.500 penonton.



.jpeg)















































