jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait tengah membahas rencana restrukturisasi keuangan Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh.
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pembahasan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar negara hadir dan mengambil tanggung jawab untuk memastikan keberlanjutan proyek strategis nasional tersebut.
“Prinsipnya sesuai arahan Presiden, negara dan pemerintah akan mengambil tanggung jawab terkait struktur keuangan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” kata AHY dikutip Rabu (21/1).
Dia mengatakan restrukturisasi keuangan Whoosh diperlukan untuk menjaga nilai ekonomi proyek serta mendukung peningkatan konektivitas dan mobilitas masyarakat, sekaligus memastikan keamanan fiskal para pihak yang terlibat.
AHY menegaskan pemerintah saat ini memprioritaskan penyelesaian restrukturisasi keuangan sebelum melangkah ke tahap pengembangan lanjutan proyek kereta cepat ke wilayah lain.
“Kereta cepat ini tidak berhenti di Bandung. Presiden sudah menyampaikan harapan pengembangan hingga Jawa Timur, bahkan Surabaya, tetapi kita fokuskan terlebih dahulu pada restrukturisasi keuangannya,” ujar dia.
AHY mengatakan pembahasan restrukturisasi dilakukan melalui koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk kementerian teknis sektor transportasi, operator perkeretaapian, serta Kementerian Keuangan sebagai pengelola kebijakan fiskal.
AHY menyebutkan bahwa pemerintah juga mengkaji pembentukan komite nasional kereta cepat untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam pengelolaan proyek tersebut.






















































