jpnn.com, TERNATE - Kinerja Bea Cukai Ternate menunjukkan capaian positif, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekspor nontambang Provinsi Maluku Utara sepanjang 2025.
Melalui Program Sinergi Ekspor Maluku Utara, nilai devisa ekspor nontambang tercatat mencapai USD 16.533.107 atau tumbuh sebesar 36,9 persen secara year-on-year (YoY) dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Bea Cukai Ternate Jaka Riyadi menyampaikan pertumbuhan ekspor ini merupakan hasil dari penguatan koordinasi, pendampingan berkelanjutan, serta peningkatan kualitas layanan kepabeanan.
Menurut Jaka, Sinergi Ekspor Maluku Utara dirancang sebagai wadah kolaborasi untuk memastikan kegiatan ekspor berjalan lancar dan berkelanjutan.
“Capaian ini merupakan hasil dari Sinergi Ekspor Maluku Utara, yaitu kolaborasi dan sinergi berbagai pihak dalam mendorong kelancaran kegiatan ekspor,” kata Jaka dalam keterangannya, Selasa (20/1).
Jaka mengatakan pihaknya tidak hanya berfokus pada peningkatan volume ekspor, tetapi juga mendorong ekspor yang berkelanjutan dari sisi kepatuhan, keberlanjutan usaha, serta pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab.
Dalam kurun waktu 2021 hingga 2025, kinerja ekspor non-tambang Maluku Utara menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten.
Hal ini tidak terlepas dari semakin optimalnya peran komoditas unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar internasional.






















































