jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Momen berbuka puasa seringkali menjadi ajang "balas dendam" dengan mengonsumsi makanan apa saja yang tersaji di meja. Padahal, sembarangan menyantap hidangan saat perut kosong setelah seharian berpuasa dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Head of Medical Check Up Siloam Hospitals Yogyakarta dr. Tiva Ismadyanti Christine Prabowo menekankan pentingnya memerhatikan komposisi nutrisi saat membatalkan puasa. Ia membagikan rumus porsi ideal guna menjaga keseimbangan energi tubuh.
Bukan sekadar kenyang, Tiva menyarankan pembagian piring makan saat berbuka dengan rumus 1/2, 1/4, dan 1/4.
Arti dari rumus ideal tersebut adalah setengah bagian piring harus diisi oleh buah-buahan atau sayuran yang tinggi serat, seperempat bagian diisi sumber protein (telur, daging, ikan, tahu, atau tempe), dan seperempat sisanya barulah diisi oleh asupan karbohidrat.
"Jadi, setengahnya itu serat, yaitu buah atau sayur yang memang tinggi serat. Seperempatnya protein, dan seperempatnya lagi baru karbohidrat," jelas Tiva pada Senin (9/3).
Meskipun tubuh membutuhkan asupan manis untuk mengembalikan glukosa yang hilang selama puasa, Tiva memberikan catatan kritis.
Ia sangat menyarankan untuk memilih karbohidrat kompleks dibandingkan gula sederhana.
Asupan yang disarankan untuk mengembalikan energi dengan aman, antara lain kurma, buah-buahan segar, dan nasi merah.


















































