jatim.jpnn.com, PACITAN - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang meminta para mitra tidak lepas tangan terhadap operasional dapur Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG).
Menurut Nanik, mitra harus terlibat langsung dalam pemantauan tata kelola dapur, bukan hanya menyerahkan sepenuhnya kepada relawan atau petugas di lapangan.
“Anda di rumah cuma menyuruh pembantu atau siapa untuk melihat dapur, terus kongko-kongko dapat Rp6 juta sehari, itu keterlaluan,” ujar Nanik saat kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola MBG di Kabupaten Pacitan, Sabtu (7/2).
Dia menegaskan mitra wajib memastikan seluruh sistem dapur berjalan sesuai standar, termasuk menyiapkan chef cadangan untuk mengawasi proses memasak.
Nanik juga mengingatkan insentif Rp6 juta per hari yang diterima mitra mencakup biaya sewa peralatan dapur. Karena itu, seluruh peralatan dapur harus baru, layak, dan berkualitas.
Selain itu, pembangunan dapur SPPG wajib mengikuti Petunjuk Teknis (Juknis) BGN. Hal tersebut menjadi syarat utama dalam penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan.
“Kalau tidak sesuai juknis, Dinkes akan meminta dapur diperbaiki sampai memenuhi standar,” tuturnya.
Mitra juga diwajibkan merekrut sukarelawan melalui tes kesehatan dan melakukan pemeriksaan berkala setiap empat bulan. Seluruh karyawan harus didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

















































