bali.jpnn.com, DENPASAR - Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bali memanfaatkan momentum libur panjang hari raya untuk mengevaluasi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah ini diambil menyusul adanya sejumlah aduan masyarakat, khususnya terkait infrastruktur pengolahan limbah.
Koordinator BGN Bali Risca Christina mengatakan selama periode 18–30 Maret 2026, distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bali ditiadakan sementara karena libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.
“Kami fokus melakukan perbaikan dan melengkapi kekurangan yang ada.
Targetnya, saat operasional kembali pada 31 Maret mendatang, seluruh SPPG sudah benar-benar siap,” ujar Risca Christina di Denpasar, Senin (16/3).
Salah satu poin krusial dalam evaluasi ini adalah peninjauan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
BGN Bali akan turun langsung mulai 20 atau 21 Maret untuk memastikan SPPG berjalan sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
Selain untuk evaluasi internal, BGN Bali menilai jeda libur panjang ini sebagai momen bagi siswa untuk berkumpul bersama keluarga, sekaligus meringankan beban guru.


















































