jpnn.com, JAKARTA - PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) berkolaborasi dengan Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO), serta Kementerian Perindustrian RI dalam mengadakan Bimbingan Teknis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) bagi industri galangan kapal.
Kegiatan bertema “Awareness Safety Leadership pada Industri Galangan Kapal” tersebut digelar di Kantor Pusat BKI, Jakarta, sebagai upaya memperkuat penerapan keselamatan kerja di sektor maritim.
Kegiatan dibuka dengan sesi penguatan keselamatan bagi para pimpinan perusahaan, kemudian dilanjutkan dengan materi teknis yang ditujukan bagi manajer serta penanggung jawab K3 di lingkungan galangan kapal.
Forum ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan perwakilan lembaga terkait, antara lain Arief Budi Permana selaku Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi BKI, Budi Prakoso selaku VP Operasi Digital TIC BKI, Mahardi Tunggul Wicaksono, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian RI, serta Bambang Haryo Soekartono yang merupakan Ketua Dewan Penasihat DPP IPERINDO sekaligus Anggota Komisi VII DPR RI.
Industri galangan kapal merupakan salah satu sektor dengan risiko kerja yang tinggi, baik dari aspek keselamatan operasional maupun kesehatan pekerja.
Penerapan SMK3 secara konsisten diperlukan untuk mencegah kecelakaan kerja, fatality, dan penyakit akibat kerja, sekaligus memastikan pemenuhan regulasi keselamatan yang berlaku.
Melalui forum ini, para pemangku kepentingan diajak memperkuat kepemimpinan dalam keselamatan serta meningkatkan pemahaman mengenai praktik K3 yang efektif.
Selain itu, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga melalui dua sesi talk show.






















































