BMKG Ingatkan Potensi Megathrust di DIY: Mitigasi Jadi Kunci, Bukan Prediksi Waktu

1 week ago 22

Selasa, 21 April 2026 – 20:01 WIB

 Mitigasi Jadi Kunci, Bukan Prediksi Waktu - JPNN.com Jogja

Ilustrasi - Gempa bumi di Jogja. Foto: Sultan Amanda Syahidatullah/JPNN.com

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkait potensi gempa besar di zona subduksi selatan Jawa. Meskipun potensi magnitudo mencapai M 8,7, masyarakat diminta untuk tidak panik dan memahami informasi tersebut sebagai landasan mitigasi.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Sleman BMKG Ardhianto Septiadhi mengatakan wilayah selatan Jawa merupakan zona pertemuan lempeng aktif yang secara ilmiah memiliki risiko gempa bumi dan tsunami.

"Pemahaman terhadap potensi tersebut menjadi langkah penting dalam upaya pengurangan risiko bencana," ujar Ardhianto dalam keterangannya di Yogyakarta, Selasa (21/4).

Ardhianto menegaskan bahwa hingga saat ini, gempa bumi tidak dapat diprediksi secara pasti kapan terjadinya.

Angka Magnitudo 8,7 yang sering muncul dalam kajian riset merupakan estimasi magnitudo maksimum untuk kepentingan simulasi keselamatan.

Angka tersebut adalah parameter ilmiah untuk mitigasi, bukan peringatan akan terjadi gempa dalam waktu dekat.

Menurut Ardhianto, meskipun ada perkiraan waktu rata-rata antarkejadian gempa besar (megathrust), hal ini bersifat probabilistik dengan rentang puluhan hingga ratusan tahun, bukan sebuah jadwal pasti.

BMKG menjelaskan bahwa data potensi bencana ini digunakan pemerintah dan pihak terkait sebagai dasar pembangunan infrastruktur dan sistem keamanan.

BMKG mengingatkan bahwa ada potensi besar skala besar di DIY sehingga masyarakat dan pemerintah daerah perlu mempersiapkan diri.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |