jatim.jpnn.com, SURABAYA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan warga Jawa Timur tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Peringatan itu disampaikan meski kondisi banjir di sejumlah wilayah terdampak sudah mulai berangsur surut.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan banjir di beberapa daerah, termasuk wilayah Kabupaten Pasuruan yang terdampak paling parah, sudah menunjukkan penurunan.
“Ketinggian muka air kini tersisa sekitar 10 hingga 50 sentimeter,” kata Abdul Muhari, Selasa (24/2).
BNPB memastikan tim gabungan masih bersiaga di lapangan, khususnya di Pasuruan, untuk membantu warga terdampak sekaligus mengawal distribusi bantuan logistik.
Kesiapsiagaan itu dilakukan menyusul penetapan status tanggap darurat bencana yang berlaku hingga akhir Maret 2026.
Banjir yang terjadi sejak pertengahan Februari tersebut dipicu luapan daerah aliran sungai Wrati dan Rejoso.
Peristiwa itu berdampak pada sedikitnya 2.363 kepala keluarga di sejumlah kecamatan yang hingga kini masih mendapatkan pendampingan petugas.

















































