jabar.jpnn.com, CIREBON - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon, Jawa Barat, telah menyalurkan sekitar 90 ribu liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kecamatan Harjamukti.
Distribusi air bersih tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih selama musim kemarau 2026.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon Eko Kuswantoro mengatakan, berdasarkan pemantauan BPBD, kerawanan hidrometeorologi berupa kekeringan saat ini terjadi di Kecamatan Harjamukti, khususnya Kelurahan Argasunya.
"Untuk kerawanan hidrometeorologi saat ini, kekeringan baru terjadi di Kecamatan Harjamukti, khususnya Kelurahan Argasunya," kata Eko di Cirebon, Selasa.
Eko menjelaskan, penyaluran air bersih dilakukan secara terjadwal dengan volume minimal 8.000 liter per hari. BPBD mengerahkan dua unit mobil tangki untuk mendistribusikan air kepada masyarakat.
Setiap mobil tangki memiliki kapasitas sekitar 4.000 liter. Dengan demikian, dua mobil tangki dapat membawa sedikitnya 8.000 liter air dalam satu kali distribusi.
"Sudah dijadwalkan selama satu minggu, Senin sampai Jumat, per harinya minimal 8.000 liter," ujarnya.
Distribusi air tersebut menyasar sejumlah wilayah yang mengalami dampak kekeringan, termasuk RW 05 dan RW 08 di kawasan Cadas Ngampar.



















































