jpnn.com, JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengalokasikan Rp 3,1 miliar untuk kepentingan sarana evakuasi dan pelayanan pascabanjir di Pulau Sumatra.
Nusron menjelaskan duit tersebut bakal digunakan untuk menyewa kantor dan ruko di daerah-daerah terdampak bencana Sumatera termasuk Aceh.
"Kami telah mengalokasikan anggaran Rp 3,1 miliar untuk kepentingan sarana evakuasi dan pelayanan sementara," ujar Nusron dikutip Selasa (20/1).
Adapun rincian alokasi tersebut, lanjut Nusron, yakni sewa ruko dan kantor di Langkat, Sumatra Utara dan Langsa, Aceh.
Kemudian pengadaan untuk kantor baik pelayanan back office maupun front office serta restorasi arsip.
Dia juga menyampaikan kantor pertanahan yang mendapatkan dampak terbesar akibat bencana banjir dan tanah longsor yaitu kantor di Kabupaten Aceh Tamiang, sampai pelayanan dipindahkan ke kota lainnya yaitu ke Kota Langsa.
"Perhitungan kerusakan gedung dan bangunan masih dalam proses. Kami mengucapkan terima kasih kepada taruna Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) yang dikoordinir oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya yang membantu proses pembersihan di kantor kami," katanya.
Nusron mengatakan untuk sarana perkantoran yang mengalami rusak parah, bahkan rusak berat, dan beberapa dokumen yang mengalami kerusakan adalah buku tanah dan surat ukur sebanyak 30 persen rusak akibat terendam banjir dan lumpur, serta semua warkah mengalami kerusakan.






















































