BPS Buka Suara soal Polemik Desil, Ada Kaitannya dengan Pertalite

2 hours ago 12

BPS Buka Suara soal Polemik Desil, Ada Kaitannya dengan Pertalite

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan terkait fenomena angka desil yang saat ini ramai diperbincangan masyarakat. Ilustrasi SPBU: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan terkait fenomena angka desil yang saat ini ramai diperbincangan masyarakat.

Adapun angka desil ini bakal menjadi prasyarat untuk membeli BBM bersubsidi atau jenis Pertalite. Untuk desil 9 dan 10 dilarang menggunakan Pertalite.

Widyasanti mengatakan angka desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan. Termasuk bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga.

"Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi," kata Amalia dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (24/8).

Widyasanti menegaskan desil bukanlah ukuran absolut kemiskinan maupun ukuran nominal pendapatan atau kekayaan suatu keluarga.

Sebagai contoh, keluarga pada desil 3 berarti berada pada kelompok ketiga dari sepuluh kelompok dalam pemeringkatan kesejahteraan relatif.

Keluarga dalam desil yang sama tidak selalu memiliki pendapatan, pengeluaran, maupun kondisi sosial ekonomi yang sama.

Widyasanti menjelaskan penentuan desil tidak didasarkan hanya pada penghasilan, kepemilikan satu jenis barang, daya listrik, pekerjaan, maupun satu indikator tertentu.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan terkait fenomena angka desil yang saat ini ramai diperbincangan masyarakat.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |