Bukan Cuma Belum Punya SLHS, Dinkes Temukan SOP Dapur MBG di Tulungagung Bermasalah

1 hour ago 20

Minggu, 09 Agustus 2026 – 11:36 WIB

Bukan Cuma Belum Punya SLHS, Dinkes Temukan SOP Dapur MBG di Tulungagung Bermasalah - JPNN.com Jatim

Petugas Dinas Kesehatan Tulungagung melakukan monitoring dan evaluasi pada salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tulungagung, Jawa Timur. Monev dilakukan untuk memastikan pemenuhan standar higiene dan sanitasi dalam penyediaan makanan program MBG. ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi

jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung menemukan sejumlah pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) pada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan enam kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Temuan itu didapat setelah Dinkes Tulungagung melakukan monitoring dan evaluasi (monev) serta Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) terhadap sejumlah dapur SPPG.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Tulungagung Mamik Hidayah mengatakan enam dapur SPPG yang berkaitan dengan kasus dugaan keracunan tersebut diketahui belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

"Kebetulan enam kasus dugaan keracunan MBG itu terjadi pada dapur SPPG yang belum memiliki SLHS," kata Mamik, Sabtu (8/8).

Selain belum memiliki SLHS, hasil pemeriksaan juga menemukan sejumlah ketentuan dalam SOP pengolahan dan distribusi makanan yang belum diterapkan secara optimal.

Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kontaminasi makanan yang kemudian berpotensi membahayakan penerima manfaat program MBG.

Salah satu temuan berkaitan dengan jalur keluar-masuk bahan dan makanan. Dapur SPPG seharusnya memiliki pemisahan jalur antara barang bersih dan kotor untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang.

"Ini salah satu temuan SOP yang dilanggar pihak dapur SPPG. Jadi hanya ada satu jalur, baik itu untuk distribusi makanan maupun kegiatan lainnya," ujarnya.

Dinkes Tulungagung menemukan sejumlah masalah SOP pada dapur SPPG yang berkaitan dengan enam kasus dugaan keracunan MBG.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |