jatim.jpnn.com, MALANG - Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup total seluruh akses kunjungan wisata ke kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.
Penutupan dilakukan menyusul kebakaran hutan dan lahan yang semakin meluas di kawasan Kaldera Bromo.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk mendukung efektivitas proses pemadaman sekaligus menjamin keamanan dan keselamatan pengunjung.
"Penutupan dilakukan demi efektivitas upaya pemadaman api di lapangan serta menjamin keamanan dan keselamatan para pengunjung," kata Rudijanta dalam surat keterangan resmi, Sabtu (8/8) malam.
Penutupan berlaku di seluruh pintu masuk kawasan TNBTS. Setidaknya terdapat lima akses utama yang terdampak kebijakan tersebut.
Kelima pintu masuk itu meliputi Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.
Penutupan seluruh akses wisata Gunung Bromo tersebut mulai berlaku Sabtu (8/8) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Pengelola TNBTS juga memberikan opsi bagi masyarakat yang telah membeli tiket secara daring selama periode penutupan.



















































