jatim.jpnn.com, SURABAYA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur memastikan ketersediaan pangan pokok di wilayah Jawa Timur dalam kondisi aman, khususnya untuk komoditas beras dan minyak goreng Minyak Kita.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho menyampaikan bahwa saat ini stok beras yang dikuasai Bulog di wilayah Jawa Timur mencapai sekitar 1 juta ton, sementara stok Minyak Kita sekitar 2,1 juta liter.
“Kami memastikan stok pangan di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk menghadapi Hari Raya Idul Fitri. Stok beras sekitar satu juta ton dan Minyak Kita sekitar 2,1 juta liter,” ujar Langgeng, Jumat (13/3).
Dia menjelaskan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan tetap tersedia di masyarakat, Bulog terus menyalurkan komoditas pangan melalui berbagai program stabilisasi pasar.
Sejak Januari 2026, Bulog Jawa Timur telah menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 42.000 ton serta Minyak Kita sebanyak 9 juta liter.
Penyaluran tersebut dilakukan melalui berbagai saluran distribusi seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama TNI dan Polri, pemerintah daerah, BUMN/BUMD, pasar tradisional, serta jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) di luar pasar.
“Bulog terlibat penuh dalam suplai beras dan minyak goreng ke pasar, termasuk dalam pelaksanaan pasar murah yang digelar di berbagai daerah bersama banyak instansi,” jelasnya.
Selain menjaga stok dan distribusi, Bulog Jatim juga terus memperkuat cadangan beras melalui penyerapan gabah dan beras dari petani. Hingga saat ini, Bulog Jatim telah menyerap 588.000 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 300.000 ton beras.


















































