jateng.jpnn.com, PATI - Sejumlah warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah menyatakan rasa syukur atas terjeratnya Bupati Pati Sudewo dalam Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) pada Senin (20/1).
Mereka menilai penangkapan oleh lembaga antirasuah tersebut sebagai momentum pelengseran Sudewo setelah sebelumnya demo pemakzulan oleh warga Kabupaten Pati gagal.
Sudewo diketahui baru menjabat sebagai Bupati Pati selama 11 bulan. Dia dilantik pada 20 Februari 2025 bersama Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra.
Selama masa kepemimpinannya, sejumlah kebijakan menuai kritik dari masyarakat, terutama terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dinilai memberatkan warga.
Kebijakan itu memicu warga menggelar aksi demo besar-besaran pada pertengahan Agustus 2025. Tuntutan utama ada pemakzulan Sudewo dari kursi Bupati Pati.
Namun, aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu itu gagal. Justru dua koordinator lapangan aksi, yakni Supriyono Bothok dan Teguh Istiyanto dipenjara setelah sempat menutup Jalan Pantura.
Dimas Bowo (31), warga Kabupaten Pati mengaku sempat tidak percaya saat pertama kali mendengar kabar OTT tersebut. Dia mengira informasi itu hanyalah kabar bohong yang beredar di masyarakat.
“Saya awalnya pikir ini hoaks. Setelah cek ternyata benar, dan dugaan yang muncul soal jual beli jabatan,” ujar Dimas kepada JPNN.com, Selasa (20/1).



















































