jatim.jpnn.com, SURABAYA - Anggota DPRD Jawa Timur dari Komisi E Cahyo Harjo Prakoso menyoroti temuan kasus stunting saat reses di wilayah RW 7 Pacar Keling atau kawasan Gubeng Masjid, Surabaya, Sabtu (14/2).
Cahyo mengungkapkan dari aspirasi yang diterimanya, terdapat sedikitnya tiga anak yang masuk kategori stunting dan sekitar delapan anak dalam kondisi pra-stunting di kawasan tersebut.
“Ini menjadi keprihatinan kami, bahkan ada ibu hamil yang berpotensi mengalami ancaman kesehatan,” kata Cahyo.
Menurutnya, temuan ini cukup ironis karena lokasi tersebut berada di pusat Kota Surabaya, bukan di wilayah pinggiran.
“Ternyata untuk mencari permasalahan kesehatan, kita tidak harus ke pelosok. Di tengah kota pun masih ditemukan stunting,” ujarnya.
Cahyo meminta Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan dan pihak terkait untuk meningkatkan monitoring dan evaluasi secara lebih konkret di lapangan.
“Harus betul-betul mengawal kader kesehatan, meningkatkan koordinasi dengan ketua RW, RT, kelurahan, hingga puskesmas untuk memonitor kondisi masyarakat secara detail,” tuturnya.
Dia menilai penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi perlu kolaborasi semua pihak.

















































