jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Pengelola Pasar Induk Caringin terus melakukan berbagai cara untuk mencari solusi pengelolaan sampah di wilayahnya.
Pasalnya, kasus gunungan sampah yang mengakibatkan bau busuk di area pasar tradisional itu viral dan menjadi perbincangan.
Salah satu upaya yang dilakukan pengelola Pasar Induk Caringin yaitu dengan menggandeng PT Solusindo Bioteknologi dalam pengolahan sampah.
Pemilik PT Solusindo Bioteknologi, Diki Haedi mengatakan, mengolah sampah organik sebenarnya tidak sulit. Menurutnya, lebih susah adalah memastikan pemangku kebijakan seperti PD Pasar Caringin agar mau bekerjasama dalam mengelola sampah.
"Dulu masuknya (ke Pasar Caringin) agak susah. Setelah kami lihat ada masalah dan kami coba masuk Alhamdulillah dikasih (tempat mengolah)," kata Diki ditemui di area TPS Pasar Induk Caringin, dikutip Rabu (21/1/2026).
Menurutnya, pengolahan sampah organik ini baru berjalan sekitar satu bulan. Target tonase sampah yang diolah mencapai 40 ton dalam sehari. Namun, karena masih pembangunan sehingga belum semua mesin berjalan optimal.
"Sekarang baru sekitar 25 ton dalam sehari yang diolahnya," ujarnya.
Diki memastikan dari sampah yang masuk ke pengolahan ini tidak ada yang sia-sia, sehingga residu dari sampah pun sangat sedikit.



















































