Cara Kreatif Pengelola Pasar Induk Caringin Olah Sampah Organik Jadi Bioetanol

2 hours ago 5

Rabu, 21 Januari 2026 – 13:00 WIB

Cara Kreatif Pengelola Pasar Induk Caringin Olah Sampah Organik Jadi Bioetanol - JPNN.com Jabar

Proses pengolahan sampah organik menjadi bioetanol hingga pakan ternak di TPS Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, Selasa (20/1/2026). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Pengelola Pasar Induk Caringin terus melakukan berbagai cara untuk mencari solusi pengelolaan sampah di wilayahnya.

Pasalnya, kasus gunungan sampah yang mengakibatkan bau busuk di area pasar tradisional itu viral dan menjadi perbincangan.

Salah satu upaya yang dilakukan pengelola Pasar Induk Caringin yaitu dengan menggandeng PT Solusindo Bioteknologi dalam pengolahan sampah.

Pemilik PT Solusindo Bioteknologi, Diki Haedi mengatakan, mengolah sampah organik sebenarnya tidak sulit. Menurutnya, lebih susah adalah memastikan pemangku kebijakan seperti PD Pasar Caringin agar mau bekerjasama dalam mengelola sampah.

"Dulu masuknya (ke Pasar Caringin) agak susah. Setelah kami lihat ada masalah dan kami coba masuk Alhamdulillah dikasih (tempat mengolah)," kata Diki ditemui di area TPS Pasar Induk Caringin, dikutip Rabu (21/1/2026).

Menurutnya, pengolahan sampah organik ini baru berjalan sekitar satu bulan. Target tonase sampah yang diolah mencapai 40 ton dalam sehari. Namun, karena masih pembangunan sehingga belum semua mesin berjalan optimal.

"Sekarang baru sekitar 25 ton dalam sehari yang diolahnya," ujarnya.

Diki memastikan dari sampah yang masuk ke pengolahan ini tidak ada yang sia-sia, sehingga residu dari sampah pun sangat sedikit.

Sampah Pasar Induk Caringin mulai diolah bersama PT Solusindo Bioteknologi. Sehari 25 ton sampah diubah jadi pakan ternak, RDF, hingga bioetanol.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Read Entire Article
| | | |