bali.jpnn.com, DENPASAR - Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace mencatat penurunan tingkat okupansi hotel sepanjang 2025 meski kunjungan turis asing Bali terus mengalami peningkatan.
Jika dibandingkan antara 2024 dan 2025, tingkat okupansi hotel memang mengalami penurunan sekitar delapan persen.
Menurut Cok Ace, kondisi tersebut menjadi anomali dalam struktur pariwisata Bali karena peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tidak berbanding lurus dengan kinerja hotel maupun peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal ini dinilai berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Bali yang sebagian besar bergantung pada sektor pariwisata.
“Kunjungan wisatawan meningkat, tetapi okupansi menurun dan PAD juga tidak naik signifikan.
Jika PAD tidak meningkat, maka kesejahteraan masyarakat tentu ikut terpengaruh,” ujar Cok Ace di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (23/1).
Cok Ace menambahkan, penurunan okupansi pada bulan Januari merupakan pola musiman yang terjadi hampir setiap tahun dan tidak berkaitan langsung dengan cuaca ekstrem.
Ia menegaskan bahwa kondisi cuaca buruk terjadi secara global, tidak hanya di Bali.




.jpeg)












































