jatim.jpnn.com, SITUBONDO - Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Dharma Kartika masih tertahan di dermaga Pelabuhan Jangkar, Situbondo akibat belum diizinkan berlayar karena cuaca buruk di lintasan penyeberangan Situbondo–Madura sejak Sabtu (10/1).
Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar Situbondo Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur Abdul Hamid mengatakan penundaan izin berlayar dilakukan karena kondisi gelombang di perairan Laut Sumenep, Madura, masih cukup tinggi.
"Sesuai informasi dari KSOP di Kabupaten Sumenep, cuaca masih kurang bagus gelombang tinggi dan angin, sehingga rawan dilayari angkutan penyeberangan dengan GT-250 seperti KMP Dharma Kartika," ujar Abdul Hamid, Minggu (11/1).
Menurutnya, seluruh aktivitas pelayaran dari Pelabuhan Jangkar menuju sejumlah kepulauan di Kabupaten Sumenep ditunda sejak Sabtu akibat cuaca ekstrem.
Sesuai jadwal, KMP Dharma Kartika semestinya bertolak dari Pelabuhan Jangkar menuju Pelabuhan Kalianget dan Pelabuhan Raas, Kabupaten Sumenep, pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
"Tidak hanya KMP Dharma Kartika yang tertahan tidak bisa berlayar, KMP Wicitra Dharma I juga tertahan di Pulau Sapudi karena cuaca buruk, dan menunggu hingga cuaca membaik," kata dia.
Sementara itu, penyeberangan rute Jangkar–Lembar (Lombok Barat, NTB) sudah kembali dibuka. KMP Trimas Laila yang semula diperkirakan tertahan, justru telah diizinkan berlayar pada Sabtu malam sekitar pukul 20.00 WIB.
"Tadi malam kami mendapatkan informasi dari KSOP Lembar mengenai cuaca sehingga memberikan izin berlayar," ujarnya.



















































