jatim.jpnn.com, SITUBONDO - Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur kembali menunda keberangkatan kapal motor penyeberangan rute Jangkar–Sumenep dan sejumlah kepulauan di Kabupaten Sumenep akibat cuaca ekstrem.
Penundaan ini melanjutkan kebijakan sebelumnya, setelah selama sepekan, 10–17 Januari 2026, pelayaran dari Pelabuhan Jangkar menuju Kalianget, Sapudi, Raas, dan Kangean juga dihentikan karena angin kencang dan gelombang tinggi di perairan Madura.
“Iya benar, keberangkatan kapal feri rute Pelabuhan Jangkar ke beberapa kepulauan Kabupaten Sumenep ditunda kembali karena cuaca ekstrem dan angin cukup kencang,” kata Pengawas Satpel Pelabuhan Penyeberangan Jangkar BPTD Kelas II Jatim Abdul Hamid, Selasa (20/1).
Menurut Abdul Hamid, berdasarkan peringatan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), aktivitas pelayaran rute Situbondo–Madura ditunda sementara mulai 21 hingga 24 Januari 2026.
Sementara itu, pelayaran rute Jangkar–Lembar (Lombok Barat, NTB) masih diizinkan beroperasi karena kondisi perairan Laut Bali bagian utara dinilai masih aman untuk dilalui kapal feri.
Cuaca di perairan Bali Utara masih memungkinkan kapal motor penyeberangan untuk berlayar.



















































