bali.jpnn.com, GIANYAR - Cuaca ekstrem yang ditandai hujan deras disertai angin kencang yang melanda Bali memicu bencana hidrometeorologi, salah satunya di sejumlah lokasi di Kabupaten Gianyar.
Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, hingga Rabu (21/1) terdapat 25 rumah warga rusak di bagian atap karena terdampak angin kencang.
Selain itu, 28 mobil mengalami kerusakan akibat tertimpa atap yang ambruk karena angin kencang di Desa Batubulan Kangin.
Beberapa lokasi tanah longsor juga terjadi di wilayah itu serta membuat kerusakan sejumlah tempat ibadah atau pura.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gianyar, ikut turun menangani tanah longsor yang menimbun saluran irigasi akibat curah hujan tinggi.
Petugas menangani material kayu, tanah, dan bebatuan yang menutupi saluran irigasi untuk lahan pertanian di kawasan Bunteh Sengkulung, Desa Puhu, Kecamatan Payangan.
“Kondisi ini memberi berdampak kepada petani karena saat ini mereka sedang memasuki masa tanam padi,” kata Kabid Sumber Daya Air dan Bina Jasa Konstruksi Dinas PUPR Gianyar I Made Dwipa Arta dilansir dari Antara.
Selain di lokasi tersebut, aparat Dinas PUPR Gianyar menangani longsor dan pohon tumbang di Subak Tinjak Kayu I, Desa Melinggih di kecamatan yang sama.



















































