Cucun Sebut Kehadiran Majelis Al-Halimah Harus jadi Simbol Kebangkitan Intelektual

6 hours ago 6

Cucun Sebut Kehadiran Majelis Al-Halimah Harus jadi Simbol Kebangkitan Intelektual

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Wakil Ketua DPR RI Dr. H. Cucun Ahmad mengungkapkan kehadiran Majelis Al-Halimah harus menjadi simbol kebangkitan intelektual dan spiritualitas santri. Foto: source for jpnn

jpnn.com, CIANJUR - Wakil Ketua DPR RI Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal mengungkapkan pesantren saat ini berada pada titik krusial untuk melakukan transformasi total guna menjawab tantangan zaman yang kian kompleks.

Menurut dia, transformasi pesantren bukan sekadar perubahan fisik atau pembangunan gedung semata, melainkan perubahan fundamental pada manusia, metode pembelajarannya, hingga tujuan pendidikannya.

Hal itu diungkapkam Cucun seusai meresmikan Majelis Al-Halimah di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri, Cianjur, Jawa Barat bersamaan dengan momentum pra puncak Haul ke-26 Masyayikh Miftahul Huda Al-Musri dan gelaran Halaqoh Nasional, Kamis (22/1).

Cucun Ahmad menyampaikan kehadiran Majelis Al-Halimah harus menjadi simbol kebangkitan intelektual dan spiritualitas santri.

"Kita harus mampu mengintegrasikan kedalaman ilmu agama dengan penguasaan sains dan teknologi," ujar Cucun dalam siaran persnya, Jumat (23/1).

Momentum Haul ke-26 ini juga menjadi ajang peneguhan komitmen dunia pesantren dalam berinovasi.

Cucun menilai, pesantren memiliki akar tunggang yang kuat dalam membentuk karakter bangsa, tetapi harus tetap adaptif terhadap arus digitalisasi dan persaingan global.

“Dari rahim pesantren, kami harapkan lahir generasi yang tidak hanya berakhlakul karimah, tetapi juga memiliki daya saing tinggi. Santri harus siap mengambil peran strategis dalam memimpin berbagai sektor pembangunan menuju visi Indonesia Emas 2045,” tutur Cucun.

Wakil Ketua DPR RI Dr. H. Cucun Ahmad mengungkapkan kehadiran Majelis Al-Halimah harus menjadi simbol kebangkitan intelektual dan spiritualitas santri.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |