bali.jpnn.com, DENPASAR - Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali, melaporkan hingga Rabu (4/3) kemarin siang, 35 penerbangan internasional batal akibat penutupan ruang udara menyusul konflik di Timur Tengah (Timteng) antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Jika dilihat sejak penutupan ruang udara pada Sabtu (28/2) lalu, pembatalan terjadi pada 20 penerbangan keberangkatan dan 15 kedatangan.
Untuk rute keberangkatan, pembatalan terjadi sebanyak enam kali pada maskapai Emirates rute Denpasar (DPS)-Dubai (DXB).
Kemudian enam kali pada Maskapai Etihad rute Denpasar (DPS)-Abu Dhabi (AUH), dan delapan kali pada maskapai Qatar Airways rute Denpasar (DPS)-Doha (DOH).
Untuk rute kedatangan, pembatalan terjadi sebanyak tiga kali pada maskapai Etihad rute Abu Dhabi (AUH)-Denpasar (DPS).
Kemudian sebanyak enam kali pada maskapai Emirates rute Dubai (DXB)-Denpasar (DPS), dan enam kali pada maskapai Qatar Airways rute Doha (DOH)-Denpasar (DPS).
“Imbas penutupan ruang udara di beberapa negara, sebanyak 35 jadwal penerbangan rute internasional tercatat mengalami pembatalan hingga Rabu pukul 13.00 WITA,” kata Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Gede Eka Sandi dilansir dari Antara.
Khusus calon penumpang keberangkatan dari Bandara Gusti Ngurah Rai tercatat sebanyak 5.905 orang yang akhirnya batal terbang.
















































