jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI dari fraksi PKS Anis Byawati mendukung langkah Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yang membuka opsi memangkas dana program Makan Bergizi Gratis (MBG), demi menjaga keseimbangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Sebab, kata Anis, harga minyak mentah dunia memicu pelebaran defisit APBN 2026 lewati batas aman tiga persen.
"Defisit APBN kita memang sudah makin mengkhawatirkan, defisit APBN 2025 sebesar 2,96 persen saja merupakan yang tertinggi setelah era reformasi, dengan mengecualikan pandemi,” ujarnya melalui keterangan persnya, Senin (9/3).
Anggota Banggar DPR RI itu menyebut opsi pemangkasan program MBG dan menunda belanja infrastruktur yang bersifat multi-years seperti diucap Purbaya, cukup masuk akal.
Menurut Anis, besaran ukuran anggaran MBG saja mencapai Rp335 triliun dan lembaga internasional Fitch Rating juga menyoroti program itu berpotensi menekan belanja negara dan memperlebar defisit fiskal.
"Ya, apalagi dengan hasil simulasi risiko (stress test) yang dilakukan pemerintah terhadap kemungkinan kenaikan harga minyak dunia menyentuh US$ 92 per barel rata-rata per tahun akibat eskalasi konflik,” ungkap Anis.
Terlebih lagi, kata dia, defisit anggaran bukan hanya dari potensi lonjakan harga minyak mentah imbas konflik Iran-Israel-Amerika saja.
Menurutnya, asumsi pertumbuhan penerimaan perpajakan APBN 2026 dipatok telampau tinggi sebesar 21,5 persen, lebih tinggi dari asumsi natural sekitar 7,5 persen.




















































