jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Banjir luapan Sungai Citarum masih mengepung Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, hingga Selasa (14/4/2026).
Sebanyak 7.000 kepala keluarga (KK) dan 21 ribu jiwa terdampak akibat banjir yang sudah terjadi sejak Jumat (10/4). Selain permukiman, akses jalan utama di dua titik hingga kini masih terendam dan membuat arus lalulintas terganggu.
Ketinggian air banjir yang menerjang permukiman warga di Kecamatan Dayeuhkolot pun hingga Selasa siang terpantau masih cukup tinggi.
Warga terpaksa beraktivitas menggunakan perahu kayu, karet, bahkan berjalan kaki, demi bisa akses menuju jalan utama.
Camat Dayeuhkolot, A Suryadi mengatakan pemerintah daerah kini fokus pada penanganan warga yang ada di pengungsian.
"Bagi warga yang memang bertahan di rumahnya masing-masing, tentunya untuk pemenuhan kebutuhan dasar bisa bergabung ke pengungsian dulu sementara. Nanti setelah situasi memang sudah memungkinkan untuk distribusi, kami dorong tiap keluarga melalui pengurus RW dan RT setempat," kata Suryadi saat ditemui, Selasa (14/4/2026).
Lebih lanjut, kata Suryadi, suplai kebutuhan pangan warga bantuan Bupati Bandung pun sudah siap disiapkan dan rencananya sore ini akan mulai didistribusikan.
"Mudah-mudahan besok cuaca bersahabat, air (banjir) turun dan untuk distribusi tidak terhambat," ucap dia.

















































