jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan pihaknya akan menyusun kerangka kerja sebagai langkah mitigasi agar 13 korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Sikka, Maumere, Nusa Tenggara Timur memiliki kepastian masa depan usai dipulangkan.
Dedi Mulyadi mengatakan ke-12 korban akan dipulangkan dari Labuan Bajo ke Jakarta pada Rabu (25/2/2026) besok, selanjutnya akan diberikan pendampingan oleh Direktorat PPA dan PPO Polda Jabar dan DP3AKB Jabar.
“Korban tidak akan langsung dipulangkan ke rumah masing-masing, namun akan diberikan pendampingan terlebih dahulu. Tapi kami susun terlebih dahulu kerangka kerja bersama para kepala daerah yang warganya menjadi korban TPPO,” kata Dedi dalam keterangan resmi, Selasa (24/2/2026).
Dedi Mulyadi bersama para kepala daerah akan merancang upaya agar ke 13 korban TPPO ini bisa mendapatkan pekerjaan usai kembali ke rumah masing-masing.
“Dalam pemikiran saya, baiknya mereka langsung mendapatkan kembali pekerjaan,” katanya.
Dedi pun menjamin akan mengedepankan pada proses hukum dan pendampingan yang berjalan, sebelum bicara urusan hutang piutang yang ditagihkan pihak hiburan malam tempat para korban bekerja.
“Itu sebetulnya bisa kami atasi. Tapi jangan bicara dulu soal hutang piutang, sebelum pemeriksaan terkait hak-hak para korban ini mendapatkan kejelasan. Apakah selama bekerja di sana mereka memperoleh hak yang dijanjikan, dan sudah dibayarkan,” katanya.
Dedi menaruh perhatian serius pada urusan kemanusiaan yang menimpa 13 warga Jabar tersebut karena itu KDM memastikan seluruh biaya kepulangan dan pegangan ditanggung oleh dirinya.
















































