jpnn.com, BANDUNG - Bupati Bogor Rudi Susmanto datang memenuhi panggilan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, pada Selasa (20/1/2025) malam.
Kehadiran Rudi guna membahas kemungkinan pembukaan tambang di sejumlah titik di Kabupaten Bogor.
Rencana itu mengacu pada kajian ilmiah tiga universitas yaitu ITB, IPB, dan Unpad terhadap kepatuhan pengelola pertambangan dalam mengelola tambang.
Sekda Kabupaten Bogor Ajat Jatnika mengatakan gubernur menyampaikan hasil kajian dari tiga universitas ITB, IPB, dan Unpad tentang operasional 33 izin usaha pertambangan (IUP) di wilayah Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang.
Kajian itu meliputi kepatuhan pengelola dalam menjalankan pertambangan dari sisi lingkungan, ketentuan pertambangan hingga dari sisi ekonomi.
"Ada yang memang beberapa kriteria ya mereka melakukan itu (kajian), ada yang memang patuh, ada yang memang setengah patuh, ada yang kurang patuh dalam ketentuan pertambangan, dalam ketentuan lingkungan, maupun dalam lingkungan. Ternyata lingkungan itu adalah ekonomi," kata Ajat, dikutip Rabu (21/1).
Setelah menyampaikan hasil kajian itu, ia menuturkan Dedi Mulyadi memerintahkan inspektorat Pemprov Jabar bersama Dinas Lingkungan Hidup dan ESDM untuk mengkaji dan mengelaborasi hasil kajian tiga universitas itu lebih mendalam. Selanjutnya, Gubernur Jabar akan segera mengumumkan hasil kajian itu.
"Rencananya besok (hari ini), pak gubernur sampaikan, kalau kami menunggu ya setelah itu. Kemudian dari 33 itu apakah memang layak misalnya dibuka kembali atau tidak, kami belum tahu," ujarnya.






















































