jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Dicoding bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) resmi meluncurkan platform belajar daring bijakcerdas.dicoding.com.
Platform ini dihadirkan untuk mendorong masyarakat Indonesia lebih bijak dan cerdas dalam berdigital serta memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI).
Peluncuran tersebut menjadi respons atas meningkatnya adopsi AI di Tanah Air.
Berdasarkan Survei APJII 2025, Gen Z dan Milenial tercatat sebagai pengguna AI terbesar dengan porsi mencapai 66 persen. Kondisi ini membuat urgensi penggunaan AI yang etis dan bertanggung jawab kian penting.
Sebagai perusahaan yang telah 11 tahun bergerak di bidang edukasi teknologi, Dicoding mendapat kepercayaan dari Kemenko PMK untuk mengembangkan platform Bijak Cerdas.
Melalui platform ini, masyarakat—khususnya anak, guru, dan orang tua—diharapkan memperoleh pemahaman komprehensif terkait pemanfaatan AI secara bijak sekaligus dapat memeriksa kesehatan digital mereka.
Situs microlearning bijakcerdas.dicoding.com dikemas dalam format massive open online course (MOOC) yang dapat diakses luas dan gratis.
Peluncuran platform ini bertepatan dengan peringatan Hari Keamanan Berinternet, 10 Februari 2026.

















































