jatim.jpnn.com, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi mengukuhkan Shodiqin, S.H., M.M sebagai Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Jawa Timur. Pengukuhan berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (29/5).
Penetapan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penguatan program kependudukan dan pembangunan keluarga di Jawa Timur, termasuk upaya penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), penurunan stunting, serta pencegahan pernikahan dini.
Seusai dikukuhkan, Shodiqin menegaskan pihaknya akan langsung menjalankan sejumlah agenda prioritas, terutama penguatan koordinasi lintas sektor di Jawa Timur.
“Alhamdulillah, hari ini kami dikukuhkan oleh Ibu Gubernur Jawa Timur sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur. Kami siap melaksanakan program yang sudah menjadi prioritas nasional maupun daerah,” ujarnya.
Dia menekankan program keluarga berencana (KB) saat ini tidak lagi dimaknai sebagai pembatasan jumlah anak, melainkan pengaturan jarak kelahiran untuk menjaga kesehatan ibu dan anak.
“KB itu bukan membatasi jumlah anak, tetapi mengatur jarak kelahiran. Dengan pengaturan jarak yang baik, risiko AKI dan AKB bisa ditekan,” kata Shodiqin.
Selain itu, BKKBN Jatim juga menyoroti capaian Total Fertility Rate (TFR) Jawa Timur yang saat ini berada di angka 1,9, atau di bawah angka nasional 2,1. Meski demikian, stabilitas angka tersebut tetap menjadi perhatian utama.
“TFR Jawa Timur sudah 1,9. Tugas kami menjaga agar tetap stabil dan tidak mengalami fluktuasi yang dapat memengaruhi struktur kependudukan,” jelasnya.



















































