Diminta Jadi Ketum PBNU, Gus Salam pun Minta Izin kepada Menteri Agama

8 hours ago 12

Diminta Jadi Ketum PBNU, Gus Salam pun Minta Izin kepada Menteri Agama

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Nasaruddin Umar dan Abdussalam Shohib. Foto: source for JPNN

jpnn.com - JAKARTA - KH Abdussalam Shohib atau dikenal dengan panggilan Gus Salam menemui Menteri Agama Nasaruddin Umar di kantor Kementerian Agama RI, Jl. Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Senin (13/4).

Gus Salam bersilaturahmi dengan menteri yang telah berkhidmat di jamiyyah lebih dari 40 tahun itu.

“Saya ingin bersilaturahmi dengan Pak Menteri, Kiai Nasaruddin Umar. Beliau telah berkhidmat di NU sejak muda di daerahnya, hingga sekarang berkhidmat sebagai Rais PBNU,” kata Gus Salam.

“Ya, beliau kan kiai-ulama NU yang ditakdirkan mendapat tugas sebagai Menteri Agama RI. Kami sebagai santri sepatutnya sowan, ngaji-belajar dan berdiskusi dengan beliau,” imbuhnya.

Menurut Gus Salam, sosok Prof. Nasaruddin memiliki pengalaman organisasi dan khidmah di bidang sosial keagamaan yang luas dan matang. Termasuk dikenal sebagai sesepuh Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) dan pernah menjadi Katib Aam PBNU tahun 2004-2009, mendampingi Rais Aam KH Muhammad Achmad Sahal Mahfudh.

“Waktu bersilaturahim dan berdiskusi dengan beliau tadi, Prof Nasaruddin sebagaimana para sesepuh NU yang lain, merasakan keprihatinan yang mendalam atas situasi PBNU saat ini. Kami merasakannya, belum pernah terjadi sepanjang berdirinya NU,” ujar Gus Salam.

Dia menuturkan bahwa Menag Nasaruddin Umar menegaskan harapan agar ada rekonsiliasi, memulihkan hubungan di antara petinggi, pengurus dan kader NU dengan mengabaikan perbedaan serta ego personal dan kelompok.

"Beliau meminta agar ada kesungguhan dari semuanya untuk merajut kembali kebersamaan demi mengembalikan marwah, wibawa dan khidmah perjuangan NU di tengah-tengah umat,” ujar Gus Salam.

Gus Salam sendiri tidak menampik adanya kepentingan khusus bertemu dengan Menag Nasaruddin Umar.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |