bali.jpnn.com, DENPASAR - Dinas Kelautan dan Perikanan (KP) Bali mulai mengalihkan fokus nelayan dari sekadar menjual bibit (nener) menjadi budidaya ikan bandeng dewasa.
Hal ini menyusul suksesnya panen perdana sebanyak 3 ton ikan bandeng di Buleleng pada awal Maret 2026 lalu.
Kadis KP Bali I Putu Sumardiana mengatakan bahwa langkah ini merupakan solusi atas fluktuasi harga bibit yang selama ini hanya dihargai Rp2 per ekor untuk pasar ekspor Filipina.
"Kami mulai transformasi. Sekarang tidak hanya ekspor bibit, tetapi 30 persennya sudah mulai dibudidayakan dan dibesarkan di laut," ujar I Putu Sumardiana dilansir dari Antara.
Program ini diproyeksikan akan kembali memasuki masa panen pada September mendatang untuk terus menjaga stabilitas ekonomi nelayan pesisir.
Bandeng yang dibudidaya selama empat bulan tersebut berhasil dijual Rp25 ribu/kg dan langsung dikirim ke pabrik untuk diolah menjadi produk bandeng duri cabut.
Meski belum bisa dilakukan 100 persen, Dinas KP Bali melihat ini langkah awal melakukan hilirisasi pada sektor perikanan.
Dengan banyaknya masyarakat yang mendapat manfaat maka upaya ini akan terus dilakukan.


















































