jpnn.com - BANDUNG - Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto mengatakan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Siwa Baru (SPMB) Sekolah Maung rencananya berlangsung pada akhir Mei 2026.
Saat ini, Purwanto mengatakan Disdik masih menunggu surat keputusan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi untuk petunjuk teknis pelaksanaan SPMB Sekolah Maung.
"Kami masih menunggu SK dari Pak Gubernur untuk juknisnya. Saya belum bisa menyampaikan teknisnya seperti apa, karena Pak Gubernur belum menandatanganinya (SK),” kata Purwanto, Minggu (10/5).
SPMB Sekolah Maung berfokus pada jalur prestasi akademik dan nonakademik. Sekolah Maung akan memprioritaskan penyaringan siswa berdasarkan prestasi, berbeda dengan sekolah reguler yang satu di antaranya membuka jalur zonasi.
Hal itu dilakukan untuk memberikan layanan pendidikan khusus sesuai dengan potensi masing-masing siswa pada satuan pendidikan yang sudah bertransformasi menjadi Sekolah Maung.
Adapun terkait rencana awal ada enam jurusan, yakni Teknologi Informasi, Otomotif, Pertanian, Olahraga, Elektro, dan Kelautan, dan itu hanya berlaku di Sekolah Maung Purwakarta.
"Ya, jadi Sekolah Maung ini fokus jalur prestasi akademik dan non-akademik. Itu yang di Purwakarta, kalau yang existing bertransformasi dari jurusan yang ada," ujarnya.
Sementara itu, mengenai potensi disparitas atau kesenjangan kualitas antar-sekolah, Purwanto menekankan bahwa layanan pendidikan di sekolah reguler tetap berjalan sesuai standar nasional.






















































