jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya membantah adanya kebocoran data pada website resmi kependudukan yang beredar di media sosial.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya Eddy Christijanto mengungkapkan bahwa publikasi data kependudukan di laman resmi instansinya dilakukan sebagai upaya validasi dan pembaruan data domisili warga.
Menurut Eddy, data yang ditampilkan telah melalui proses penyamaran pada unsur sensitif seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nama lengkap.
Dengan demikian, hanya warga yang bersangkutan yang dapat mengenali data tersebut.
“Data sengaja kami publish dengan elemen yang disamarkan, baik NIK maupun nama. Tujuannya murni untuk klarifikasi dan pembaruan alamat sesuai kondisi de facto di lapangan,” katanya.
Dia menegaskan, keakuratan data domisili sangat penting agar berbagai program intervensi Pemkot Surabaya, mulai dari bidang sosial, ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan, dapat tepat sasaran.
“Kalau datanya tidak akurat, maka penyaluran program juga tidak optimal. Ini berkaitan langsung dengan pemanfaatan APBD agar benar-benar dirasakan warga yang tinggal di Surabaya,” ujarnya.
Eddy pun mengimbau warga yang telah berpindah tempat tinggal namun belum memperbarui alamat untuk segera melapor ke kantor kelurahan setempat.

















































