bali.jpnn.com, DENPASAR - Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta angkat bicara menjawab sorotan tajam dari empat fraksi DPRD Bali terkait Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 yang menembus angka Rp712,87 miliar.
Sorotan ini sebelumnya mengemuka dalam pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Bali 2025.
Wagub Giri Prasta menjelaskan bahwa tingginya angka SiLPA tersebut merupakan akumulasi dari berbagai komponen.
Di antaranya adalah dana yang bersifat terikat (earmarked), serta hasil efisiensi dari pelaksanaan program dan pengadaan barang/jasa pemerintah.
Secara mengejutkan, Wagub Giri Prasta sepakat dengan kegelisahan para legislator.
Politikus PDI Perjuangan Bali ini mengakui bahwa SiLPA yang tinggi tidak selalu melulu soal kehati-hatian anggaran, melainkan bisa menjadi sinyal adanya program pembangunan yang tertunda atau belum tereksekusi secara maksimal.
“Berkenaan dengan pandangan fraksi mengenai realisasi belanja daerah, belanja modal, dan SiLPA, kami memiliki pandangan yang sama.
Kualitas pengelolaan APBD memang harus senantiasa ditingkatkan,” ujar Wagub I Nyoman Giri Prasta dilansir dari Antara.



















































